Al Quran

Pada remang senja

Adzan yang tengah dikumandangkan

Para manusia berduyun

Menapak kaki menuju musholla

Pada takbir terakhir

Salam pun menutup

Satu-persatu berlalu

Tinggal si alim menunggu

Pada lembar kedua ratus

Si alim membuka

Al-Quran tua

Di bilik surau

Apa yang beda

Saat si alim melantun

Ayat demi ayat

Tanpa cela

Apa yang beda

Pada separo manusia lainnya

Yang memilih lupa

Dan menonton pertunjukkan pada kotak elektronik tua

Mendengar si alim

Terus mengaji

Pada adzan berikutnya

Dengan hati lebih kaya

Mereka pikir

Kaya adalah harta

Kedudukan penuh kuasa

Atau mampu berjanji sedemikian rupa

Tapi lihat si alim

Bermuka teduh

Tak punya harta

Tak punya sanak saudara

Al-Qur’an menjadi temannya

Ia ngaji pagi serta petang

Menjadikan kitab tua

Sebagai sanak saudara